Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Sholat Sunah Istisqo

fiqihsunah.com

fiqihsunah.com - Istisqo artinya meminta hujan atau air kepada Allah SWT untuk negeri yang kekeringan, melalui shalat, istighfar dan do’a. Jadi, shalat istisqo adalah shalat untuk meminta hujan kepada Allah saat musim kering dan hujan tidak turun-turun.
    Silahkan dibaca juga:

Dalil dan hukum shalat istisqo 
خَرَجَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مُتَوَاضِعًا، مُتَبَذِّلًا، مُتَخَشِّعًا، مُتَرَسِّلًا، مُتَضَرِّعًا، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَمَا يُصَلِّي فِي اَلْعِيدِ، لَمْ يَخْطُبْ خُطْبَتَكُمْ هَذِهِ
Ibnu Abbas Radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam keluar dengan rendah diri, berpakaian sederhana, khusyu’, tenang, berdoa kepada Allah, lalu beliau shalat dua rakaat seperti pada shalat hari raya, beliau tidak berkhutbah seperti pada shalat hari raya, beliau tidak berkhutbah seperti khutbahmu ini.” (HR. Imam Lima dan dinilai shahih oleh Tirmidzi, Abu Awanah, dan Ibnu Hibban)

Shalat istisqo hukumnya sunah muakkadah. Karena Rasulullah SAW telah melakukannya, mengumumkannya kepada manusia dan keluar menuju lapangan untuk melaksanakannya.

Tata Cara Shalat Istisqo
1. Beberapa hari sebelum pelaksanaan shalat istisqo, imam dianjurkan untuk mengumumkan dan menyeru manusia untuk bertobat dari segala maksiat dan kezhaliman, serta menganjurkan mereka untuk puasa dan sedekah dan meninggalkan permusuhan.

2. Pada hari pelaksanaan semua laki-laki dan perempuan keluar menuju lapangan dengan memakai pakaian biasa, berjalan dengan tenang serta merendahkan diri kepada Allah SWT mengharap keridhaannya.

3. Sesampai di lapangan langsung shalat berjamaah dua rokaat, disunahkan rokaat pertama membaca surat al-A’ala, dan rokaat kedua membaca surat al-Ghasyiyah, tanpa didahului adzan dan iqomat, kemudian imam memberikan khotbah ditempat yang lebih tinggi. Usai khotbah semua jamaah berdo’a dengan menghadap kiblat sambil mengangkat tangan setinggi-tingginya.

Do’a Rasulullah SAW ketika meminta hujan:
اَللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَاحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتِ
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada hamba-hambamu dan binatang-binatangmu, sebarkanlah rahmatmu dan hidupkanlah negerimu yang mati ini. (HR. Abu Daud)

Ketika melihat hujan turun, disunnahkan membaca do’a:
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Ya Allah, berikanlah kami hujan yang bermanfaat. (Fiqih Sunah)

Selain sholat istisqo, disunahkan juga sebagai berikut,

1. Berdoa khotib Jumat meminta hujan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,
عن أنس أن رجلا دخل المسجد يوم الجمعة ورسول الله صلى الله عليه وسلم قائم يخطب فقال: يا رسول الله هلكت الاموال، وانقطعت السبل فادع إلينا يغيثنا.
فرفع رسول الله صلى الله عليه وسلم يديه ثم قال: اللهم أغثنا، اللهم أغثنا، اللهم أغثنا
Dari Anas, bahwasannya ada seseorang datang ke masjid di hari Jumat, dan Rasulullah shollallahu ‘alahi wa sallam sedang berdiri khutbah, ia berkata, wahai Rasulullah rugi hartaku, kering tidak ada air, berdoalah memohon hujan untuk kami. Maka Rasulullah shollallahu ‘alahi wa sallam mengangkat kedua tangganya dan berdoa; Ya Allah turunkan hujan, Ya Allah turunkan hujan, Ya Allah turunkan hujan. (HR Bukhari dan Muslim)

2. Memperbanyak berdoa memohon hujan, di setiap waktu di luar waktu sholat Jumat atau sholat lainnya.

Admin: Kajian Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq - www.fiqihsunah.com