Tata Cara Pelaksanaan Umroh

fiqihsunah.com - Dari umroh ke umroh adalah sebagai penghapus (kafaroh) dosa. Dan tiada balasan untuk hajinya yang mabrur, melainkan surganya Allah Swt.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    Silahkan dibaca juga :

Berikut kami jelaskan tata cara umroh secara praktis, lanjutan dari pembahasan sebelumnya Pengantar Pelaksanaan Haji dan Umroh silahkan dibaca terlebih dahulu agar nyambung dan paham.

Berikut secara praktis Tata Cara Pelaksanaan Umroh mulai dari Ihrom, thowaf, sa'i dan tahahul. semoga bermanfaat!

Ihrom dari Miqot
Setelah ihrom dari miqot memasuki kota Mekah, segera menuju Masjdil Harom dalam kondisi suci, bila batal segera perbaharui wudhunya. Membaca doa masuk masjid, yaitu
بِسْمِ اللهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ 
أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ 
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.

Setelah itu lakukan thowaf langsung. Bagi laki-laki membuka kain ihromnya bagian bahu sebelah kanan diselendangkan.

Mulai thowaf
Memulai thowaf dari hajar aswad. Bila memungkinkan mencium hajar aswad, bila padat cukup dengan melambaikan tangan sebagai isyarat dengan mungucapkan “Allahu akbar” atau “bismillahi allahu akbar.”

Jaga sikap dengan menghindari dari berdesak-desakan. Selama thowaf sebanyak 7 putaran, tidak ada doa khusus setiap putarannya. Selain berdoa, diperbolehkan juga membaca dzikir, atau membaca al-Quran.

Apabila telah sampai di Ruknul Yamani, maka bacalah do’a
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Doa ini dibaca mulai Ruknul Yamani hingga Hajar Aswad.
Demikianlah yang dilakukan saat thowaf hingga selesai mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali putaran.

Sholat Sunat Dua Rokaat
Setelah selesai thowaf, maka sholat sunat dua rokaat, kalau memungkinkan di belakang Maqom Ibrahim, bila berdesak-desakan sebaiknya sholat di tempat yang memungkinkan sekitar ka’bah. Disunahkan pada rokaat pertama membaca surat al Kafirun dan rokaat kedua membaca surat al Ikhlas.

Letak Hajar Aswad dan Ruknul Yamani (Gambar/Photo)
Tata Cara Pelaksanaan Umroh

Keterangan:
1. Hajar Aswad                       5. Hijir Ismail                          9. Ruknul Yamani
2. Pintu Ka’bah                       6. Multazam                           10. Ruknul Syami
3. Talang Air                            7. Maqom Ibrahim                 11. Ruknul Iraqi
4. Pondasi Ka’bah                   8. Sudut Hajar Aswad             12. Kain Kiswah
13. Garis tanda mulai thowaf


Sa’i
Setelah sholat sunah dua rokaat. Diperbolehkan istirahat sejenak dan minum air zam-zam. Kemudian menuju ke bukit Shofa untuk melaksanakan sa’i, yaitu berjalan atau berlari kecil dari bukit Shofa ke Marwa sebanyak 7 kali.

Di Bukit Shofa
Saat telah dekat dengan bukit Shofa bacalah,
إنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
Selanjutnya, berdiri sejenak menghadap ka’bah dan membaca doa berikut sebanyak tiga kali,
لَا إلَهَ إلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. 
لَا إلَهَ إلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ.
Ketika perjalanan dari bukit Shofa ke Marwa tidak ada doa khusus. Silahkan berdoa, berdzikir atau membaca al-quran sebanyak-banyaknya. Adapun berlari-lari kecil dari batas tertentu khusus untuk laki-laki saja.

Tiba di bukit Marwa
Setibanya di Marwa berhenti sejenak, berdiri menghadap ke ka’bah dan berdoa seperti doa yang di baca saat di Shofa.

Mencukur rambut
Selesai sa’i di Marwa. Selanjutnya mencukur rambut baik halaq (botak) atau taqshir (pendek) bagi laki-laki. Khusus perempuan hanya diperbolehkan dicukur rambutnya maksimal satu ruas jari.

Demikianlah pelaksanakan umroh, dan menjadi halal segala larangan ihrom.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tata Cara Pelaksanaan Umroh"

Post a Comment

Silahkan tulis komentar atau pertanyaan disini atau via email konsultasi@fiqihsunah.com