SHOLAT FARDHU (3): Tata Cara Sholat Lengkap

www.fiqihsunah.com

fiqihsunah.com - Berikut kami jelaskan Tata Cara Sholat Lengkap sebagai berikut. Baca juga tulisan sebelumnya;

SHOLAT FARDHU (1): Definisi, Hukum, Keutamaan dan Hikmah
SHOLAT FARDHU (2): Syarat, Rukun dan Sunah Sholat

    Silahkan dibaca juga :
1. Berdiri dengan sempurna
Seorang mslim yang hendak sholat hendaklah berdiri tegak setelah masuk waktu sholat dalam keadaan suci dan menutup aurat serta menghadap kiblat dengan seluruh anggota badannta tidak miring atau menoleh ke kiri dan ke kanan. Allah berfirman,
وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
“Dan berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu.” (QS. Al-Baqoroh [2]: 238)

Rasulullah Saw menjelaskan,
صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ
“Sholatlah dengan berdiri (tegak), jika engkau tidak mampu maka (sholatlah) dengan duduk, jika tidak mampu, maka (sholatlah) dengan berbaring.” (HR. Bukhari)

2. Niat dalam hati tidak dilafazdkan

3. Bertakbir (takbirotul ihrom)
Yaitu membaca “Allahu akbar” sambil mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya dan ujung jari sejajar dengan telinga ketika takbir.
Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, dari Nabi Saw bersabda,
مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُوْرُ، وَتَحْرِيْمُهَا التَّكْبِيْرُ، وَتَحْلِيْلُهَا التَّسْلِيْمُ
“Kunci sholat adalah bersuci, pengharamannya adalah takbir dan penghalalnya adalah salam.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud dan Tirmidzi)
Setelah takbirotul ihrom, kemudian meletakan tangan kanan diatas tangan kiri dan di dada atau dibawahnya, tetapi diatas pusar.

Dari Sahl bin Sa’d, dia berkata, “Dulu orang orang diperintahkan agar masing masing mereka meletakan tangan kanannya diatas tangan kirinya dalam sholat. (HR. Bukhari)
Dan pandangan fokus melihat ke tempat sujud, dari Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata, “Ketika Rasulullah Saw memasuku ka’bah, tidaklah pandangannya bergeser (fokus) dari tempat sujudnya.” (HR. Hakim, hadits shahih dalam mustadrak al-Hakim)

Membaca doa iftitah
Kemudian membaca doa iftitah, diantara bacaan iftitah yaitu,
اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
"Ya, Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya, Allah, bersihkanlah kau dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya, Allah cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun." (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Abi Syaibah).

Membaca ta’awuzd
Yaitu membaca “a’udzubillahi minasy syaithonirrojim” Allah Swt berfirman,
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Apabila kamu membaca al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl [16]: 98)

4. Membaca surat al Fatihah
Kemudian membaca “Aamiin” setelah membaca al-Fatihah.

Membaca surat
Setelah membaca al-fatihah, membaca “amin” dilanjutkan membaca satu surat atau ayat-ayat al-Quran. Dari Abu Qotadah radhiyallahu’anhu, dia berkata, “Pada dua rakaat pertama sholat Zuhur dan Ashar Nabi Saw membaca al-Fatihah dan surat. Beliau terkadang memperdengarkan (bacaan) ayatnya. Pada dua rakaat terakhir beliau membaca al-Fatihah. (HR. Muslim)

5. Bertakbir kemudian rukuk
Kemudian mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahunya lalu ruku sambil mengucapkan ‘Allahu akbar’
Lalu memegang dua lutut dengan kedua telapak tangan dengan meratakan tulang punggung, tidak mengangkat kepalanya juga tidak terlalu membukukannya, dan jari jari tangannya hendaknya dalam keadaan terbuka. Dan membaca doa ruku,
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ 
”Mahasuci Engkau wahai Tuhan dan dengan memujiMu ampunilah aku” (HR Bukhari & Muslim)

6. Bangkit dari rukuk (i’tidal)
Kemudian bangkit dari  ruku seraya mengangkat kedua tangan sejajar degan kedua bahu sambil membaca,
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
“Alloh Maha mendengar orang yang memujiNya” (HR Bukhari & Muslim).
Ketika berdiri dengan tegak mengucapkan,
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ 
”Wahai Tuhan kami dan segala puji hanyalah milik-Mu” (HR. Bukhari dan Ahmad)

7. Sujud
Kemudian sujud sambil mengucapkan “Allahu Akbar”, dengan mendahulukan lutut sebelum tangan  atau tangan dulu sebelum lutut , kemudian sujud bertumpu pada 7 (tujuh) anggota sujud, yaitu dahi (yang termasuk didalamnya hidung), dua telapak tangan, dua lutut dan ujung dua telapak kaki. Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu meriwayatkan,
أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الْجَبْهَةِ وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَالْيَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ 
“Aku diperintah untuk bersujud diatas tujuh tulang (tujuh anggota sujud, red.); di dahi –sambil menunjuk kehidungnya, kedua telapak tangan, ledua lutut, serta ujung jemari kedua kaki.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bacaan sujud, yaitu;
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ 
 ”Mahasuci Engkau, wahai Tuhan, Tuhan kami dan dengan memujiMu wahai Tuhan, ampunilah aku” (HR Bukhari dan Muslim).

8. Duduk diantara dua sujud (Iftirasy)
Lalu bangkit dari sujud sambil mengucap ”Allahu akbar”, kemudian duduk iftirasy, yaitu bertumpu pada kaki kiri dan duduk diatasnya sambil menegakan telapak kaki kanan sambil membaca,
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ 
“Ya Allah, ampunilah dosaku, beri-lah rahmat kepadaku, cukupkanlah kekuranganku, tunjukkanlah aku (ke jalan yang benar), berilah aku rezeki (yang halal).” (HR. Abu Daud, Tirmidzi & Ibnu Majah).
Kemudian sujud lagi (seperti sujud sebelumnya), lalu bangkit untuk melaksanakan rakaat kedua sambil mengucapkan ”Allahu Akbar”
Lalu melakukan seperti rokaat pertama, hanya saja tanpa membaca doa iftitah lagi.

9. Duduk tasyahud awal dan akhir
Apabila telah menyelesaikan sujud kedua pada rakaat kedua hendaknya duduk tasyahud awal, atau jika sholatnya hanya dua rokaat langsung tasyahud akhir dengan mengisyaratkan jari telunjuk untuk melaksanakan tasyahud awal atau tasyahud akhir.  Bacaan Tasyahud, yaitu Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa Rasulullooh sallAllahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan tasyahhud sambil menggenggam tangannya seperti Beliau mengajarkan surah al-Qur’an,
التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
“Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlim-pahkan kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat dan berkahNya. Kesejah-teraan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.” (HR. Bukhari)

10. Membaca sholawat nabi setelah tasyahud
Kemudian setelah tasyahud, membaca sholawat, Inilah lafazh shalawat yang biasa dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ.
“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagai-mana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Se-sungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebagai-mana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Se-sungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.” (HR. Bukhari)

Doa setelah tasyahud akhir sebelum salam
Yang membedakan tasyahud awal dan tasyahud akhir, yaitu jika tasyahud awal membaca doa tasyahud dan sholawat saja, seperti sudah dijelaskan sebelumnya. Adapun tasyahud akhir, setelah membaca doa tasyahud dan sholawat, kemudian membaca doa berikut ini,
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, dari siksa neraka Jahannam, dari fitnah hidup dan mati, dari fitnah Dajjal’. (HR. Muslim, Abu Uwanah, dan Nasa’i).

11. Salam 
Terakhir, yaitu salam. Nabi sallAllahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan salam dengan menoleh ke kanan seraya mengucapkan “Assalaamu ‘alaikum warahmatullah”, sehingga terlihat pipi kanannya yang putih. Juga menoleh ke kiri seraya mengucapakan “Assalaamu ‘alaikum warahmatullah”, sehingga terlihat pipi kirinya yang putih. Demikian diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi.

Menurut riwayat Abu Daud terkadang Nabi sallAllahu ‘alaihi wa sallam menambahkan dengan “Wabarokaatuh” pada salam pertamanya.

Download Tata Cara Sholat Lengkap dengan Gambar KLIK

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SHOLAT FARDHU (3): Tata Cara Sholat Lengkap"

Post a Comment

Silahkan tulis komentar atau pertanyaan disini atau via email konsultasi@fiqihsunah.com