Bagaimana Jika Hari Raya terjadi di hari Jumat?

www.fiqihsunah.com

fiqihsunah.com - Bagaimana Jika Hari Raya terjadi di hari Jumat? Dari beberapa pendapat yang ada, 4 keterangan Imam Ahmad berikut yang dianggap paling moderat:

    Silahkan dibaca juga :
PERTAMA: jika seseorang telah menunaikan shalat hari raya -yang jatuh bertepatan dengan hari Jumat- gugurlah kewajiban menunaikan shalat Jumat. Dia boleh melaksanakan shalat Jumat dan boleh juga tidak.

KEDUA: bagi mereka yang telah menunaikan shalat hari raya tersebut, lebih utama dan disunnahkan tetap melaksanakan shalat Jumat.

KETIGA: jika orang yang telah menunaikan shalat hari raya tersebut memilih untuk tidak menunaikan shalat Jumat, wajib melaksanakan shalat zhuhur.

KEEMPAT: mereka yang pada pagi harinya tidak melaksanakan shalat hari raya, wajib atasnya untuk menunaikan shalat Jumat, tidak dibenarkan baginya untuk meninggalkan shalat Jumat.

Keterangannya sebagai berikut,
Pertama,
قد اجتمع في يومكم هذا عيدان ، فمن شاء أجزأه من الجمعة وإنا مجَّمعون
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda : “Sungguh telah berkumpul pada hari kalian ini dua hari raya. Maka barangsiapa berkehendak (shalat hari raya), cukuplah baginya shalat hari raya itu, tak perlu shalat Jumat lagi. Dan sesungguhnya kami akan mengerjakan Jumat.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Hakim)

صلى العيد ثم رخص في الجمعة فقال: من شاء أن يصلي فليصل
Nabi SAW melaksanakan shalat Ied (pada suatu hari Jumat) kemudian beliau memberikan rukhshah (kemudahan/keringanan) dalam shalat Jumat. Kemudian Nabi berkata,”Barangsiapa yang berkehendak (shalat Jumat), hendaklah dia shalat.”  (HR. Imam yang Lima, kecuali Tirmidzi)

Kedua,
Bagi mereka yang sudah shalat hari raya, mana yang lebih utama (afdhal), menunaikan shalat Jumat ataukah meninggalkannya ? Pada dasarnya, antara azimah (hukum asal) dan rukhshah kedudukannya setara, tak ada yang lebih utama daripada yang lain, kecuali terdapat nash yang menjelaskan keutamaan salah satunya, baik keutamaan azimah maupun rukhshah.
Dalilnya: hadits pertama

Ketiga, 
Jika orang yang sudah shalat hari raya memilih untuk meninggalkan shalat Jumat, wajibkah ia shalat zhuhur? Jawabannya, dia wajib shalat zhuhur, tidak boleh meninggalkannya. Karena hukum asal Sholat Jumat itu, pengganti sholat Zhuhur.

Keempat, 
Mereka yang pada pagi harinya tidak melaksanakan shalat hari raya, wajib baginya untuk tetap menunaikan shalat Jumat.
Dalilnya, hadits pertama.
Penjelasan (syarah) As-Shon’ani : Kitab Subulus Salam.

KESIMPULAN,
Pertama, jika seseorang telah menunaikan shalat hari raya (Ied), gugurlah kewajiban shalat Jumat baginya. Dia boleh melaksanakan shalat Jumat dan boleh juga tidak. Namun, disunnahkan baginya tetap melaksanakan shalat Jumat.

Kedua, jika orang yang telah menunaikan shalat hari raya tersebut memilih untuk tidak menunaikan shalat Jumat, wajib baginya melaksanakan shalat zhuhur. Ia tidak boleh meninggalkan zhuhur.

Ketiga, adapun orang yang pada pagi harinya tidak melaksanakan shalat hari raya, wajib baginya shalat Jumat. Tidak dibenarkan baginya untuk meninggalkan shalat Jumat. Tidak boleh pula ia melaksanakan shalat zhuhur.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bagaimana Jika Hari Raya terjadi di hari Jumat?"

Post a Comment

Silahkan tulis komentar atau pertanyaan disini atau via email konsultasi@fiqihsunah.com